TAGS: bedah filmIPIkegiatanukm JPC

bedah film jpc 6

Unit Kegiatan Mahasiswa Journalism And Pen Circle (UKM JPC) Institut Parahikma Indonesia, Kamis (14/3), menggelar acara bedah film dokumenter di Aula kampus Institut Parahikma Indonesia. Acara yang bertajuk “Screening Dan Diskusi Film Dokumenter” ini merupakan program kerja divisi Detasi  UKM JPC. Kegiatan ini di hadiri dari berbagai kalangan salah satunya komunitas Bangku Pelosok yang turut meramaikan acara tersebut. Film dokumenter yang ditayangkan bertajuk  “Restoran Indonesia” dan “Tinta Perajut Bangsa” , karya Visian Pramudika dan Diana Noviana. Acara bedah film ini didukung oleh Asosiasi Literasi Indonesia (ASOLID) dan Readpublik.

Yang menarik dari film Tinta Perajut Bangsa ini bercerita tentang seorang yang mengabdikan hidupnya untuk negara. Soesilo Toer, seorang dokter lulusan Rusia dan adik dari penulis terkenal Pramoedya Ananta Toer menghabiskan masa tuanya sebagai penulis buku dan pemulung. Namun, di usianya yang tak lagi muda, semangat membangun bangsa tidak sirna. Beliau membangun sebuah perpustakaan gratis dengan maksud menularkan minat baca dan tulis bagi masyarakat sebagai wujud kecintaanya terhadap negara. Tapi, dibalik itu beliau pernah diasingkan selama 6 tahun pada masa orde baru dimana kaum intelektual dibungkam dan dimatikan pemikirannya serta harus hidup ditengah-tengah stigma negatif masyarakat.

Bedah film ukm jpc

Kegiatan ini, mengahdirkan moderator Local NGO Officer, Anata dan pemateri Nur Taqdir Anugrah yang handal dalam membuat film maker dokumenter serta menjelaskan tujuan acara bedah film dokumenter ini. Pemateri beberapa kali dianugerahi Eagle Awards dalam ajang Eagle Awards Competition atas hasil karyanya dalam membuat film dokumenter. Selain memberikan pemahaman kepada mahasiswa dalam belajar membidik melalui kamera, juga menginspirasi mereka untuk mengahasilkan suatu karya. “dalam membuat film dokumenter apalagi mengangakat judul film mengenai isu PKI dalam film Restoran Indonesia, itu membutuhkan suatu keberanian dan harus mempertaruhkan nyawa”, tuturnya.

Pemateri sangat menginspirasi peserta dalam berkarya melalui tulisan dan keberanian dalam menyampaikan cerita ataupun fakta yang memiliki pesan besar dalam sebuah kisah yang dikemas secara apik dalam sebuah film documenter. Diharapkan setelah kegiatan ini, dari peserta dapat mengikuti workshop pembuatan film ini, agar suatu saat juga bisa berkompetisi dan menuangkan pikiran serta realitas objektif dalam sebuah karya.

 

Oleh: Yuliana (UKM JPC)

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.