Jejak Sang Professor di Jepang

As a International Speaker at 2018 ASAIHL Conference, The Association of Southeast Asian Institutions of Higher Learning. “Higher Education for Diversity and Global Citizenship” 26th-28th March 2018, in Soka University Jepang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pakar Pendidikan dan Guru Besar (Professor) Dunia. Mulai dari Soka University Jepang, Amerika, Korea, Cina, London, Indonesia, Malaysia dan Thailand. Prof. Dr. Azhar Arsyad, MA, membawakan paper (makalah) mengenai Transforming Knowledge into Wisdom at IPI (The Parahikma Institute of Indonesia) For Peace pada tanggal 27 Maret 2018.

Intisari makalah yang di presentasikan bahwa “Intinya bukan otak manusia sebagai sumber informasi yang paling doninan, tapi Ruh yang ada di jantung. Oleh karena itu the voice of the heart itulah yang harus di dengar. Otak bukan inner capacity, sebagaimana yang dikatakan banyak kalangan, namun Ruh-lah (soul) yang merupakan inner capacity dimana berdampak pada kebaikan perbuatan, semangat, daya hidup manusia.

Seusai melaksanakan presentasi, dari berbagai perwakilan Negara turut berpose (foto bareng) dan saling menyampaikan kesan bahwa materi yang luarbiasa, harus mendapatkan apresiasi untuk dikembangkan karena sangat berpengaruh bagi perkembangan pendidikan. Realisasi dari sebuah teori akan berbekas pada karakter Mahasiswa jika pendidik mampu menyentuh aspek terdalam setiap peserta didiknya.

Ketua Dewan Guru Besar UIN Alauddin Makassar tersebut berjuang untuk kualitas pendidikan di Indonesia dan Dunia, terbukti dengan kampus IPI yang telah didirikannya setelah menjabat sebagai Rektor 2 Periode (IAIN Alauddin Makassar menjadi UIN Alauddin Makassar).

Perjalanan di Jepang tak hanya menjadi pembicara di Soka University tapi Juga Di Kyoto University, melaksanakan MoU (kerjasama) dengan President Hyroshima University pada tanggal 30 Maret 2018 bersama Rektor UIN Alauddin Makassar. Melanjutkan silaturahmi dengan Kedubes RI di Tokyo Jepang. Selain kegiatan formal dan akademik, bersama rombongan berjalan-jalan menikmati keindahan kota Jepang salah satunya pinggir pantai Odaiba Tokyo dan keindahan bunga sakura diberbagai Kota.

Spirit dari Jepang diharap mampu untuk mengilhami pendidik di Indonesia dan dunia, agar senantiasa menjadi mendidik generasi terbaik pada zamannya, berjuang mendidik bukan semata mencerdaskan otak, tapi turut andil mencerdaskan Ruh, agar daya hidup semakin hidup dan bermanfaat kapanpun dan dimanapun.

Ditulis Oleh Muhammad Asriady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.