KIPRAH MAHASISWA/I IPI DI MASA PANDEMI COVID-19
TAGS: aksi kemanusiaaneksyarIPImpipaitbiukm aljazeerahukm JPC

Di masa pandemi Covid-19, banyak kegiatan sosial maupun akademik terus berlangsung, Di tengah keadaan ekonomi, serta korban jiwa akibat Corona yang terus berjatuhan dari hari ke hari, sepatutnya tidak boleh membuat kita patah semangat untuk terus menjalankan roda kehidupan.

Demikian pula yang dijalankan oleh seluruh civitas akademika Institut Parahikma Indonesia. Segala bentuk administrasi kampus dilakukan dengan cara work from home, dan virtual meeting. Proses pembelajaran juga diintegrasikan dengan Learning Management System (LMS) resmi IPI dan berbagai media online lainnya. Selain proses pembelajaran, mahasiswa juga aktif pada kegiatan non akademis dan aksi kemanusiaan, dan sejak memasuki masa New Normal, protokol kesehatan tetap selalu diutamakan.

Proses pembimbingan draft skipsi secara daring, bahkan KKN pun dilakukan di daerah mahasiswa masing-masing dengan menjalankan seluruh protokol kesehatan dan membantu masyarakat sekitar dalam rangka pemantauan warga terdampak Corona. Tak luput juga berbagai hal terkait pembersihan lingkungan, penyemprotan disinfektan, reboisasi, hingga advokasi bersama pihak pemerintah dan kesehatan setempat dilaksanakan oleh mahasiswa tingkat akhir pada KKN di daerahnya.

Study from home tidak membuat mahasiswa/i berdiam diri saja, sembari belajar atau menunggu tugas dari dosen. Mereka berinisiasi mengadakan Webinar baik melalui media Whatsapp maupun Zoom. Sebagaimana webinar yang dilakukan oleh HMPS PAI bertajuk Bincang Pendidikan: Kuliah, IPK atau Organisasi pada (21/06/2020) dan Tips Menulis Esai & Strategi Menembus Media yang dilaksanakan oleh UKM Journalism and Pen Circle (JPC) pada (16/05/2020).

Tak Cuma itu, UKM JPC juga berkarya dari rumah, dengan menulis puisi yang tergabung dalam Buku Antologi Puisi: “Candu Makna di Pelangi Aksara”. Buku ini sementara dalam proses percetakan dan ber ISBN. Dalam buku ini, terdapat Kata pengantar dari Rektor IPI yang sangat mengapresiasi karya tim UKM JPC tersebut. “Pengembangan neuron  yang bermuara pada pikir serta rasa yang berpangkal di dada ditorehkan di atas canvas seni oleh para mahasiswa dan Pembina tak disangka menuai hasil yang menggiurkan untuk terus diasah, digali, dan dijewantahkan. Life is short and Art is Long”, ungkapnya secara tertulis”.

Aksi Peduli Kemanusiaan pun dilakukan oleh Mahasiswa/i IPI diantaranya pada saat banjir yang terjadi di Kab. Bantaeng dan Jeneponto beberapa waktu silam, akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan  banyak kerugian yang meresahkan masyarakat sekitar pada Jum’at 12 Juni 2020. Melihat kejadian tersebut UKM Seni Budaya Al-Jazeerah Institut Parahikama Indonesia memiliki antusiasi tinggi terhadap korban banjir.

“Kita harus saling membatu saudara kita yang sedang terkena musibah banjir”, tutur Koordinator Musik UKM Seni Budaya Al-Jazeera, Alwyn Yasin.

“Ada beberapa pakaian dan sembako yang kami serahkan secara langsung kepada masyarakat setempat tanpa ada perantara, pembagian bantuan itu diberikan di Jl. Bakri dan Pasar sentral Bantaeng, di mana daerah tersebut yang mengalami kerusakan parah akibat banjir tersebut”, ujar Ketua UKM Seni Budaya Al-Jazeera, Saldy Eka Putra. Bantuan ini disalurkan pada Minggu, (14/06/2020).

Oleh: Besse Khadijah (UKM JPC)

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.