TAGS: dema ipiIPIkegiatannasionaltbiukm seni

variasi 5 again

Kegiatan bertajuk seni nan bergengsi dan bertaraf Nasional ini disebut Festival Tari Mahasiswa Nasional yang ke 5 (VARIASI 5), yang diadakan minimal setahun sekali dan maksimal 2 tahun sekali.  Variasi 5 ini dihelat terakhir kalinya di Universitas Jember dan berdasarkan hasil musyawarah  selanjutnya menetapkan bahwa variasi 5 kali ini dilaksanakan di UKM seni budaya Talas UNISMUH.

Event  ini adalah ajang memperlihatkan kompetensi khususnya di bidang seni serta wadah untuk mempererat tali silaturahim antar sesama pekerja seni kampus se-Indonesia. Adapun tema kegiatan Variasi 5 yaitu “Nusatari” atau Nusantara Menari dan dilaksanakan lebih dari seminggu yakni mulai pada tanggal 7 – 15  April 2019.

Ada berbagai bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain yaitu karnaval yang bisa kita temukan  di pantai losari, pergelaran tari nusantara di UNISMUH,  Gala dinner bersama gubernur Sulsel di rumah jabatan Sulsel, pementasan tari kontemporer oleh setiap kontingen, talk show atau dialog seni dan budaya setiap sore,  eksplorasi budaya dari setiap kontingan,  workshop yang terbagi tiga yaitu workshop koreografi,  wardrobe/make-up,  dan musik tradisi nusantara. Selain itu adapula kunjungan wisata di tempat bersejarah,  dan tak kalah menariknya adalah malam penganugrahan di Malino.

Peserta yang turut serta dalam kegiatan ini terdiri dari dua jenis yakni peserta lomba dan delegasi. Peserta lomba adalah 20 lembaga kampus se-Indonesia yg telah dinyatakan lolos kurasi dan telah memenuhi persyaratan.  Sementara itu, peserta delegasi adalah peserta perwakilan lembaga kampus yg tidak ikut lomba dan telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan juga oleh panitia.

Gustri Wahyuni, mahasiswi Tadris Bahasa Inggris IPI yang juga aktivis UKM Seni Aljazeerah IPI ikut terlibat dalam event ini selaku kordinator tari. “Saya ajak teman-teman yang lain tapi kurang tertarik karena kegiatan ini berbayar dengan registrasi sebesar 250K.  Jadi mau tidak mau saya sendiri mendaftar karena bagi saya ini sekaligus sebagai ajang pengenalan UKM baru di Makassar, khususnya dari kampusku”, tuturnya. “Kegiatannya dimulai jam 10, jadi saya izin pagi ikut kuliah,  nanti setelah kuliah saya kembali ke lokasi dan menginap disitu. Jadi kuliah dan aktivitas ekstra kampus tetap sejalan” , tambahnya.

variasi 5

Gustri, yang juga dipercaya sebagai wakil ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) Kampus IPI ini  ingin ikut tampil sebagai peserta lomba, namun ternyata pementasan hanya diperuntukkan bagi yang lulus kurasi tahun 2018. Sedangkan UKM Al-jazeera IPI baru dibentuk 5 bulan,  jadi belum sempat ikut kurasi pementasan.

Setelah lolos kurasi, hanya ada 16 UKM seni se-Indonesia yang dinyatakan layal ikut pentas dan yang lainnya hanya sebagai delegasi. “Saya sangat senang mengikuti kegiatan semacam ini, karena bisa menambah ilmu, pengalaman, kerabat dalam bidang seni, dan turut serta menjadi agen budaya yang memperkenalkan cirikhas daerah masing-masing, dan masih banyak lagi. Pokoknya tidak rugi alias beruntung banget deh ikut kegiatan ini”, kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.

 

Penulis: Asri Wahyuni Ningsih (UKM JPC)

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.