motivasi-luar-negeri

Kuliah umum yang di adakan di kampus 2 Institut Parahikma Indonesia mendapatkan apresiasi dan antusias yang sangat luar biasa dari kalangan mahasiwa(i) serta civitas akademika IPI. Hal tersebut dikarenakan motivatornya itu meupakan orang yang sangat luar biasa yang mampu memotivasi kami semua yang behadir di tempat tersebut.

Kegiatan ini berlangsung pada jam 08.30-10:00 WITA, pada tanggal 24 Oktober 2018, bertempat di Aula serbaguna Kampus 2 Institut Parahikma Indonesia. Keynote speakernya bernama Dra. Hj. Sitti Azisah, M.Ed.St., Ph.D yang membahas tentang lika liku perjalanan hidupnya untuk mencari kesuksesan yang sebenarnya.

Pada kegitan ini, beliau berkata, “saya ini bukan anak konglomerat. Saya hanyalah seorang anak yang telahir dari keluarga yang sangat sederhana, saya juga bukan orang yang sangat cerdas, saya hanyalah orang yang bodoh. Tapi suatu ketika saya bertemu dengan prof.Dr. Azhar Arsyad, M.A. Beliaulah yang menjadi motivator saya, beserta bukunya “Your Basic Vocabular”.

motivasi-luar-negeri-autralia

“Di buku tersebut terukir kalimat (Genius is 98 persent perspiration) ,inilah alasan saya termotivasi untuk terus giat dan rajin belajar, selain itu kita juga harus rajin beribadah, bedoa, dan berikhtiar. Walhasil, alhamdulillah saya bisa menginjakkan kaki di luar negeri hanya bermodalkan itu semua tadi, hanya karena bahasa inggris saya bisa keluar negeri alhamdulillah”, tambahnya.

Adapun beberapa petanyaan yang sempat di ajukan pada kegiatan kali ini yakni:

  1. Apakah ada dalil do’a ataupun dzikir pagi dan petang yang diamalkan oleh ibu setiap harinya?
    Jawab:  berbicara tentang dalil, saya tidak punya dalil apa-apa saya hanya mengamalkan sholat tepat waktu dan betul-betul ikhlas dan semata-mata bedoa kepada ALLOH S.W.T.
  1. Bagaimana cara ibu memanage waktunya ketiaka kuliah pada saat S1?
    Jawab : Yah, memang betul saya dulu waktu kuliah S1 itu perjuangannya sangat luar biasa. Kenapa? Karena awalnya saya ini dilarang untuk kuliah di Ujung Pandang saat itu. Alasannya karena saya ini seorang perempuan. Nah, perempuan itu memiliki banyak resiko, tapi karena kegigihan saya untuk kuliah, maka saya nekad untuk pergi dan alhamdulillah se sampainya di Makassar,  saya tinggal di rumah sepupu saya. Saya tidak perlu bayar asrama lagi, saya tinggal dan bekeja membereskan rumah setiap hari disana, karena kita tinggal dirumah orang lain maka kita harus rajin membantunya, sambil kuliah.

    Cara saya membagi waktu saya yaitu pertama saya bangun subuh, lalu kemudian sholat. Selepas itu saya membantu keluarga beres-beres rumah, barulah saya pergi kekampus untuk kuliah. Selepas kuliah saya tidak lansung pulang kerumah. Saya mengambil kesibukan di luar, sepeti study club, kebetulan pada saat itu saya juga aktif di oganisasi seperti: himpunan mahasiswa jurusan, English club, dan sebegainya. Hingga saya keseringan pulang malam, akibat rutinitas kegiatan saya sehari-hari, syukur alhamdulillah keluarga saya tidak pernah marah akan hal itu, malah saya mendapat support darinya.

  2. Bagaimana cara mengantisipasi rasa jenuh, bosan, karena terkadang kita juga sebagai mahasiswa terkadang merasakan hal yang demikian?

    Jawab: Saya juga pernah mengalami bahkan sering mengalaminya. Itu suatu hal yang wajar bagi kita. Itu pertanda bahwasanya kita sudah rajin belajar. Cara mengentisipasinya yah itu tadi mengambil kegiatan UKM di luar. Alhamdulillah kegiatan ini bisa membantu saya mengatasi kejenuhan itu.

  3. Bagaimana cara ibu memenage time ketika sudah bekeluarga punya anak dan melanjutukan pendidikan ke luar negeri dan harus mengikutkan anak tapi suami melarang?

    Jawab : hal yang paling pertama saya lakukan adalah sholat meminta petunjuk kepada yang Maha Kuasa. Kemudian meminta izin kepada suami berbicara baik-baik kepadanya bahwasanya saya ingin melanjutkan kuliah keluar negeri. Alhamdulillah di setujui oleh suami nah anak saya yang urus suami saya karena saat itu saya pergi keluar negeri membawa keluarga saya. Intinya kita harus membangun chemistry di dalam berumah tangga harus kompak,  saling pengertian dalam menjalani kehidupan besama.

photo-bersama-pemateri

Sebagai kesimpulan, sebagai mahasiswa kita tidak boleh menyerah. Berasal dari keluarga mana pun kita, kita harus giat, tekun dan rajin belajar terutama Bahasa inggris, sholat tidak boleh terlupakan, bersikap ramah dan sopan santun, bertutur kata yang baik, berikhtiar kepada Alloh SWT, jujur dalam segala hal, serta menghargai orang lain.

Sekian

Wassalamu alaikum w.w.

Penulis : Emi Sri Rahayu Fatimah

Author

Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.