Sinergitas Institut Parahikma Indonesia dan Aisyiyah dalam Membangun SDM dan SDA

Sinergitas Institut Parahikma Indonesia dan Aisyiyah dalam Membangun SDM dan SDA

Dalam memperingati Milad Aisyiyah ke 107 tahun, lembaga lingkungan hidup dan penanggulangan bencana (LLHPB) pimpinan wilayah Aisyiyah Sulawesi Selatan melibatkan mahasiswa dan seluruh civitas akademis melakukan launching gerakan penanaman pohon di lingkup kampus Institut Parahikma Indonesia Aisyiyah Sulawesi Selatan, Rabu, 08 Mei 2024. Tentunya hal ini dilakukan guna menjaga kelestarian sumber daya alam (SDA) seperti mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir, erosi, global warming, dsb. Kegiatan tersebut dihadiri oleh ketua LLHPB PWA Sulawesi Selatan, yakni Dr Erma Suryani Sahabuddin, beserta jajaran pengurus wilayah Aisyiyah Sulawesi Selatan.

[smartslider3 slider=”4″]

Tak hanya itu, sinergitas IPI dan Aisyiyah wilayah Sulawesi Selatan ditunjukkan dengan adanya alih kelola kampus ini dan berbagai aktivitas kemanusiaan, keagamaan, dan pengembangan SDM. Aksi kemanusiaan yang dihelat diantaranya, adalah “Aksi Bela Palestina” atas Genosida yang dilakukan pihak Zionis dan sekutunya pada tanggal 7 Mei 2024. Seluruh civitas akademika Institut Parahikma Indonesia Aisyiyah Sulawesi Selatan turut andil dalam kegiatan ini. Antara lain, ada puisi oleh Ainun dari prodi Tadris Bahasa Inggris Semester IV, orasi oleh Andi Rifaldi dari prodi Manajemen Pendidikan Islam Semester VI, pembacaan Ikrar pemuda Indonesia atas Palesetina oleh Ketua DEMA, dan penyataan sikap langsung oleh rektor, Dr. Nurhayati Azis, S.E., M.Si.

Adapun kegiatan keagamaan dan pengembangan SDM, Institut Parahikma Indonesia Aisyiyah Sulawesi Selatan bertekad untuk bekerjasama dengan berbagai aliansi untuk menambah jumlah mahasiswa. Melalui kunjungan santriwati pondok pesantren Ummul Mukminin ke IPI, seluruh civitas akademik kampus menyambut dengan hangat dan mempromosikan prodi yang ada. Para siswi dari pondok pesantren Ummul Mukminin tersebut mulai mendaftarkan diri di IPI melalui jalur beasiswa, undangan, maupun mandiri.

Kini civitas akademika IPI terus berbenah, melakukan persiapan reakreditasi guna mencapai nilai akreditasi yang jauh lebih baik. Kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler pun terus berjalan baik itu dari segi UKM, HMPS, maupun DEMA. Dengan bimbingan seluruh dosen, diharapkan SDM mahasiswa IPI terus melejit dan kompetitif.

Penulis: Nur Azizah Achmad

Benchmarking dan Kerjasama: Sinergitas antara LPM IPI dan BPM UNISMUH Makassar

Benchmarking dan Kerjasama: Sinergitas antara LPM IPI dan BPM UNISMUH Makassar

Majunya sebuah kampus tentunya didorong dengan jaminan kualitas yang ada didalamnya. Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) telah membuktikan bahwa dengan perolehan akreditasi unggul, kualitas yang ada di universitas tersebut terus ditingkatkan dengan penuh integritas, dan profesionalisme.

Pada hari Rabu (24/01/2024), Rektor Institut Parahikma Indonesia, Nurhayati Azis, SE, MM mengundang ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNISMUH, yakni Dr. Burhanudin, memberikan arahan pada seluruh dosen tentang peningkatan kualitas melalui lembaga penjaminan mutu untuk mencapai prestasi luar biasa seperti UNISMUH. Kegiatan ini juga ditandai dengan adanya benchmarking berupa pertukaran pengalaman terkait penjaminan mutu di aula gedung B IPI.

[smartslider3 slider=”4″]

Dalam kunjungannya, Dr. Burhanudin mengatakan bahwa Institut Parahikma Indonesia yang telah diambil alih oleh Aisyiyah Sulawesi Selatan ini harus terus berkomitmen mengajukan akreditasi untuk menjaga kualitas kampus. Untuk kondisi terkini, paling lambat tanggal 18 Agustus sebagaimana peraturan BAN-PT no. 11 tahun 2023.

“Promosi adalah memberikan pelayanan yang baik pada mahasiswa, bukan sekedar melakukan kunjungan sosialisasi. Saya yakin bahwa IPI akan maju dengan SDM muda yang luar biasa. Tim borang harus optimis, jika mau lihat IPI jangan lihat IPI sekarang, tapi lihat IPI kedepan”, tambahnya.

Adapun prodi yang sementara diberikan arahan validitas dokumen adalah Hukum Tata Negara. Setelah itu akan menyusul prodi Tadris Bahasa Inggris dan Manajemen Pendidikan Islam untuk reakreditasi selanjutnya. Ada banyak hal yang disampaikan dalam pendampingan persiapan borang terkait pengisian LKPS dan LED.

Saat ini beberapa dosen IPI sementara melanjutkan program doktoral, aktif mengurus jabatan fungsional, dan telah menerima serdos. Dengan SDM seperti ini, IPI akan berusaha berbenah menuju kampus unggul. Berbagai persiapan akreditasi terus dilakukan untuk mencapai target institusi unggul.

Suasana Haru Warnai Wisuda Angkatan ke-IV Institut Parahikma Indonesia

Suasana Haru Warnai Wisuda Angkatan ke-IV Institut Parahikma Indonesia

Institut Parahikma Indonesia yang kini sudah menjadi milik Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Selatan menghelat sidang senat terbuka luar biasa wisuda sarjana Angkatan ke-IV. Acara tersebut diselenggarakan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar pada hari Sabtu (02/12). IPI mengukuhkan 52 wisudawan/wati dari prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dan 37 wisudawan/wati dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

[smartslider3 slider=”2″]

Dengan nahkoda kepemimpinan baru, rektor Institut Parahikma Indonesia, Dr. Nurhayati, Azis., S.E.,M.Si., wisuda kali ini memiliki nuansa penuh suka, haru, namun tetap khidmat. Melalui sambutannya, rektor IPI “Persiapkan diri sebagai pemimpin yang islami diantaranya peka terhadap isu yang berkembang untuk menjawab tantangan zaman. Sebagaimana K.H. Ahmad Dahlan yang disebut sebagai pencerah karena memahami kebutuhan masyarakat dan memberikan solusinya. Selain itu, jadi pribadi yang berpandangan maju dan memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri”. Dr. Nurhayati juga menyampaikan terima kasih pada Prof. Dr. Azhar Arsyad, MA sebagai pelopor berdirinya IPI di tahun 2016.

Di sela sambutannya, rektor IPI menyampaikan bahwa terdapat sekitar 20 dosen IPI yang melanjutkan studi program Doktoral baik dalam dan luar negeri dengan, yang 14 diantaranya memeroleh beasiswa LPDP Kemenkeu, LPDP BIB Kemenag, BPI Kemendikbudristek, MORA, dan Fulbright. Tak heran, 3 mahasiswa juga melanjutkan studinya sambil kerja di Polandia, 2 mahasiswa (Faiqah dari prodi TBI dan Mursidin dari prodi MPI) kuliah di Australia dengan beasiswa LPDP Kemenkeu tahun 2022, dan akan menyusul 2 mahasiswa lainnya (Iqram dari prodi TBI dan Alwyn dari prodi MPI) tahun 2023 dengan kluster beasiswa yang sama di tahun ini.

Turut hadir dalam acara wisuda ini, Koordinator Kopertais Region VIII (Sulawesi, Maluku and Papua), Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph,D. berpesan 3 hal pada peserta wisuda, “Jadilah sarjana yang pandai berterima kasih pada orang-orang yg berjasa pada pencapaian kalian, yaitu orang tua kalian. Jadilah sarjana produk IPI, yaitu sarjana katalis. Katalis dalam ilmu kimia bermakana sebagai zat yang bisa memepercpat perubahan sesuatu. Jadilah katalisator yang ketika dicelup di masyarakat, masyarakat mendapat perubahan. Selanjutnya, jadilah sarjana ori, bukan KW. Asli produk IPI, yang menjalani  seluruh proses akademik dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri”. Beliau yang juga menjabat sebagai rektor UIN Alauddin Makassar ini merekomendasikan IPI kalau mau kuliah di Gowa karena fasilitas lengkap, nilai karakter mantap, kompetensi tenaga pendidiknya juga tidak diragukan lagi.

Amanat Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi ‘Aisyiyah disampaikan oleh Dr. Sulistyaningsih, S.KM.,MH. Kes. Melalui amanatnya menyampaikan agar para wisudawan senantiasa menjaga ketaatan pada Allah dan rasulNya, serta pada kedua orang tua, juga doakan ketika mereka wafat. Prof. Dr. Ambo Asse, M.Ag., selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan yang juga menjabat sebagai rektor UNISMUH dalam  orasi ilmiahnya berkomitmen untuk mendorong, mendukung, mendampingi IPI-Aisiyah, dalam rangka kemajuan akreditasi baik prodi dan insitusi.

Adapun wisudawati terbaik tahun ini adalah Nurhikmah dari prodi Eksyar, terbaik kedua yakni Nur Anjani Putri dari prodi TBI, dan terbaik ketiga yakni Nurul Fitriyah Ainul Halsyam dengan IPK yang sama, 4,00. Suasana haru menyelimuti seisi ruangan ketika Nurhikmah menyampaikan pidatonya selaku wisudawati terbaik. Tak hanya berkisah tentang perjuangannya selama kuliah, dia juga bercerita tentang rekannya yang menurutnya lebih keras lika-liku hidupnya dan tak putus asa demi mencapai gelar sarjana. Kisah rekannya yang pernah makan indomi dibagi 4 dalam sehari semalam hanya untuk menyambung hidup sambil bekerja sebagai ART itulah yang membuatnya juga empati dan meneteskan air mata.

Selain memberi penghargaan pada wisudawan/wati dengan prestasi akademik, IPI juga mengapresiasi mereka yang memiliki prestasi non akademik. Diantaranya, Risnawati dari prodi Eksyar bagi Penulis  Naskah  Terbaik  pada  Kompetisi  Manajemen  Dakwah  yang diadakan oleh UIN Tulungagung 2021 dan Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah pada OSDIFEST 2021 di IAIN Pare- Pare. Ada pula, Nur Anita Ramadani dari prodi TBI dengan prestasi Juara 1 Lomba Story Telling di ELITE Competition (2021), Penulis dengan Karya Terbaik dalam buku “Meraih Mimpi” (2021), dan  Penulis buku “Perihal Aku dan Sejuta Pilu” PT. Asca Publisher (2023).

[smartslider3 slider=”3″]

Prestasi non akademik lainnya adalah Muhammad Syarif Hidayatullah dari prodi MPI yang mengukir prestasi terbaik 3 MTQ Kab. Luwu Utara 2020, terbaik 1 MTQ Kabupaten Luwu Timur 2020, terbaik 1 MTQ Provinsi SulSel Pangkep 2020, terbaik 1 MTQ Kota Makassar 2022, dan terbaik 3 MTQ Provinsi SulSel 2022 Bone yang kesemuanya pada Cabang Tafsir Inggris dan hafalan 15 Juz, dan terbaik 1 MHQ Amir Uskara tingkat Provinsi Sul-Sel Cabang 20 juz.

Di penghujung acara, salah satu mahasiswa terbaik di bidang non-akademik, Mizra Khaerat dari prodi PAI melantunkan lagu “Doaku” terkhusus untuk ibunya, dan membuat seisi ruangan ikut meneteskan air mata penuh haru. Prestasinya antara lain Best performance lomba bernyanyi Mvoice Sulsel, juara 3 lomba bernyanyi studio vocalis RRI Makassar, best talent lomba bernyanyi studio vocalis RRI Makassar, dan juara  harapan  1  lomba  bernyanyi  yang  diselenggarakan  Big Boss Management kabupaten Gowa yang kesemuanya diraih di tahun 2022.

Lima Dosen IPI Terpilih Mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP)

Lima Dosen IPI Terpilih Mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP)

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bersama Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama melaksanakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP). Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 21 sampai 26 Agustus 2023 ini diikuti oleh beberapa dosen pilihan se-Indonesia dan diantaranya adalah 5 dosen Institut Parahikma Indonesia (IPI). Pelatihan ini dihelat di Hotel Harris, Malang.

Program PKDP ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pengembangan kompetensi pedagogic kepada para dosen yang akan diseleksi untuk mendapatkan sertifikasi agar dapat lebih efektif  dan profesional dalam mengajar dan berkontribusi dalam lingkungan akademik. Program ini biasanya mencakup berbagai materi dan pelatihan yang relevan dengan pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta pembekalan nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama.

Pada tahun ini, IPI Gowa mengajukan kurang lebih 16 dosen kepada pihak Kementrian Agama. Hal yang patut disyukuri adalah 5 diantaranya diterima untuk mengikuti serangkaian PKDP di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai penyelenggara dengan kuota tahun ini 2500 dosen baik PTKIN atau PTKI.

Adapun dosen yang dinyatakan sebagai peserta PKDP tahun 2023 dari IPI antara lain, Suharli, Lc., M.A Takdir  S.Pd.i M.Pd.i, Nurul Haeriyah Ridwan, S.E M.Pd., Niluh Anik Safitri  S.E M.Ak. Nurfajri Ningsi, S.Pd. M.Pd. Takdir  sebagai salah satu tenaga dosen di Institut Parahikma Indonesia yang berhasil terpilih untuk mengikuti PKDP mengungkapkan bahwa diperlukan komitmen yang kuat untuk mengokohkan nilai-nilai nasional dalam praktik keagamaan, yang memiliki potensi dampak positif bagi keberlangsungan di masa yang akan datang.

“Oleh karena itu, berpartisipasi dalam kegiatan ini memiliki signifikansi yang sangat besar karena pastinya nanti kita akan mampu meningkatkan profesionalisme dosen dalam menjalankan tugas-tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta meningkatkan pengetahuan dosen tentang dinamika global dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan norma budaya di lingkungan perguruan tinggi,” kata Takdir.

Sementara itu, dalam keterangan terpisah, Dr. Nurhayati Azis, S.E.,M.Si selaku Rektor Institut Parahikma Indonesia mendoakan yang terbaik bagi para dosennya agar kegiatan yang diikuti berjalan dengan lancar dan semuanya bisa sampai pada tahap akhir. “Tentu kegiatan ini adalah pengalaman luar biasa, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas  materi pembelajaran, peningkatan kompetensi dosen, penulisan artikel karya ilmiah, serta karir dan jabatan dosen. Diharapkan dari materi-materi yang telah diperoleh, akan lahir dosen yang profesional dan memiliki keterampilan unggul,” ungkapnya.

Mahasiswa/i IPI Lolos Beasiswa LPDP LN & Kerap Kali Jadi Juara Nasional hingga Internasional

Mahasiswa/i IPI Lolos Beasiswa LPDP LN & Kerap Kali Jadi Juara Nasional hingga Internasional

Institut Parahikma Indonesia (IPI) membuktikan bahwa kualitas adalah yang utama. Prestasi-prestasi terus diraih di berbagai bidang. Nah, siapa sih yang tidak mau mengenyam pendidikan secara gratis, uang buku ditanggung, SPP ditanggung, biaya hidup pun ditanggung. Salah satu beasiswa bergengsi di Indonesia adalah Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Beberapa sivitas akademika banyak yang lolos menjadi awardee, baik dari jalur LPDP Kementerian Keuangan maupun jalur LPDP Kemenag yang dikenal dengan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB). Dua diantaranya adalah alumni IPI yang lolos beasiswa LPDP jalur Kemenkeu kini berada di Monash University Australia. Faiqah dari prodi Tadris Bahasa Inggris melanjutkan studi dalam bidang Teaching English as a Second Language (TESOL), sementara Mursidin Yusuf, memilih jurusan Educational Leadership. Alumni yang akrab disapa Mursid ini pernah mewakili Indonesia untuk pertukaran pelajar The Study of United States Institute (SUSI) ke Amerika tahun 2019 silam.

Awardee lainnya adalah dosen-dosen IPI yang juga mendapatkan beasiswa LPDP dari jalur Kemenkeu dan Kemenag, ada yang kuliah di dalam negeri, adapula yang kuliah di luar negeri. Lingkup IPI memiliki support system untuk terus berkarya guna menunjang prestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik. Seluruh dosen berupaya untuk saling mendukung, dan membina mahasiswa untuk meraih impiannya.

Pembinaan dan motivasi terus diberikan agar mahasiswa/i terus berprestasi di tingkat lokal, regional, nasional, hingga internasional dengan memberikan pelatihan seperti Intensive English and TOEFL course, konsultasi gratis dengan dosen-dosen pakar, dll. Selain prestasi internasional berupa menjadi awardee beasiswa keluar negeri dan Student Exchange, mahasiswa/i IPI khususnya 11 alumni prodi Tadris Bahasa Inggris juga berani unjuk kemampuan dalam International Conference yang dihadiri oleh kalangan dosen, Professor dari beberapa negara. Mereka presentasikan paper hasil penelitian dihadapan para audiens akademisi dari berbagai latar belakang pendidikan tinggi dalam event International Conference on English Language Education.

Tak hanya itu, para dosen juga berupaya mengasah skill mahasiswa di bidang yang lain seperti untuk mengikuti lomba tingkat nasional dalam bidang karya tulis ilmiah, English Contest, sains, debat, desain grafis, dsb. Mahasiswa/i juga aktif berkolaborasi untuk mengasah potensi dalam bentuk kelompok studi dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau lembaga kemahasiswaan seperti DEMA dan HMPS. Tidak mengherankan, jika berbagai juara bisa di ajang perlombaan bisa bersaing dengan kampus-kampus negeri/terkenal di Indonesia hingga bersang di kancah luar negeri.

IPI senantiasa mengupayakan kualitas dan kebersamaan. Dukungan penuh pihak birokrasi juga ditunjukkan dengan disediakannya bermacam-macam beasiswa bagi pendaftar mahasiswa baru. Jenis beasiswa yang bisa diperoleh antara lain beasiswa tahfidz, beasiswa prestasi, beasiswa influencer, beasiswa keluarga IPI, dan beasiswa kartu Indonesia pintar (KIP). Beasiswa tersebut terbuka untuk seluruh prodi yakni prodi Tadris Bahasa Inggris, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Syariah, dan Hukum Tata Negara. Tunggu apa lagi? Daftarkan diri anda, keluarga, atau teman di kampus keren ini. Untuk stalking lebih jauh tentang kampus IPI, silahkan kepoin instagramnya: parahikma.id atau kunjungi websitenya: https://parahikma.ac.id

Rektor IPI Bercengkrama dengan Mahasiswa Pasca Penarikan KKN

Rektor IPI Bercengkrama dengan Mahasiswa Pasca Penarikan KKN

Rabu (31/05/2023), para mahasiswa KKN Angkatan IV telah menyelesaikan tugas mereka selama sebulan di wilayah masing-masing. Dengan kepulangan mereka dari lokasi KKN, Rektor IPI, Dr. Nurhayati Azis, S.E., M.Si bercengkrama dengan mahasiswa, mendengar kisah-kisah mereka selama KKN, baik suka maupun duka, kesan dari masyarakat setempat. Acara ini dikemas dengan tema “Welcome home” mahasiswa KKN Angkatan IV Institut Parahikma Indonesia.

Pada posko Pondok Pesantren Bukit Hidayah Malino di Kelurahan Bulutana, Kabupaten Gowa, mahasiswa KKN adakan pengajaran secara formal maupun non formal, membuat tempat sampah, Bimbingan belajar seperti bahasa inggris, bahasa Arab, paduan suara, dan menari. Kemudian mereka juga lakukan kerja bakti, pembuatan batas RK/RT, Pekan olahraga dan keagamaan, serta ramah tamah di akhir KKN. “Kesan yang disampaikan oleh warga setempat sebelum kami kembali, ini kampus baru, tapi kualitasnya luar biasa” kata Habibi selaku korlap posko.

Sementara di Pondok Pesantren Attarbiyah Lauwa, Kabupaten Gowa, prokernya adalah Penyempurnaan Profil Kelurahan berkoordinasi dengan pihak kelurahan Bulutana, penyuluhan agama, baksos, dan pelatihan keagamaan untuk santri TK TPA dalam bidang agama. Selanjutnya ada kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) dimana mahasiswa KKN yang dipimpin oleh Takbir, mendapatkan pujian dari Kepala Lingkungan Bottatoa saat ramah tamah, “Ini adalah kedua kalinya IPI ber-KKN disini. Saya sangat senang dengan program-program anak KKN IPI karena betul-betul dilaksanakan dengan sangat baik dan kami sangat terbantu, terima kasih untuk anak KKN IPI”.

Adapun dari Pondok Pesantren Wisata Al-Qur’an Palampang, Kabupaten Pangkep, mahasiswa KKN adakan English Training, Lingkungan sehat guna membangun kesadaran akan kebersihan lingkungan, Islamic speech training (IST), Tajwid Teaching, Hydroponic plants, Medical check-up, dan minggu sehat (olahraga). “Ada ikatan emosional yang terjalin disini,” ujar Nurhafizah selaku ketua posko. Respon masyarakat positif dan mempersilahkan mahasiswa IPI untuk mengabdi di tempat tersebut.

Di Pondok pesantren Sultan Hasanuddin di Desa Paraikatte Kabupaten Gowa, mahasiswa KKN adakan proker Seminar kesekretariatan, mengikuti upacara pelaksanaan hari pendidikan Nasional dan Seminar Qur’an dengan tema “Membentuk Generasi Qur’ani”. Kegiatan lainnya adalah English Club, Metode cepat menghafal Al-Qur’an ditujukan untuk santri santriwati tahfiz, Praktek Ibadah, membersihkan green house, membuat dan memasang name tag, Senam/Jogging, dan Jumat Ibadah di Mesjid Nurul Iman Tebakkang, membersihkan area mesjid, serta menjadi imam dan khatib di masjid tersebut. Zulfikar selaku ketua posko menyampaikan, “Ada mahasiswa IPI penghafal 30 juz yang melatih, makanan dijamin disana, dan banyak kosakata bahasa Arab dipraktekkan. KKN itu jangan sebulan saja. Direktur welcome KKN selanjutnya dan menganjurkan agar santrinya kuliah di IPI.”

Selain itu, di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Firdaus Tompobalang, Kabupaten Maros, mahasiswa KKN adakan Program mengajar bahasa Inggris di ponpes dan BTQ di tiga TPA, program Jum’at bersih, manajemen administrasi di kantor kelurahan dengan pembuatan buku biografi kelurahan sebagai tujuan akhir, seminar beasiswa, dan festival anak shaleh. Usbianto selaku korlap berujar, “dua mahasiswa turun tangan langsung mengajar bahasa Inggris. Buku kelurahan Kalabbireng rampung. Penanaman 100 pohon bersama pihak kelurahan. Kami juga buat pagar baru untuk tuan rumah. Masyarakat awalnya cuek, tapi akhirnya kami disambut dan diminta tinggal lebih lama”, tambahnya.

Mahasiswa KKN yang berada di MTS Ma’arif NU Jabal Rahmah Tumbuh Sapaya Kabupaten Gowa adakan silaturahmi dengan tokoh masyarakat, pelatihan adzan, ceramah, hafalan surat pendek ba’da maghrib, pembuatan pagar, pembuatan tempat sampah, pembuatan batas kelurahan, pelatihan menari dan puisi persiapan Ramah Tamah, Khutbah Jumat, mengajar di SD Inpres Tumbuh Sapaya yang dirangkaikan dengan sosialisasi festival anak Sholeh, dan mengajar di MTS Ma’arif NU Jabal Rahmah. Selain itu ada juga proker pelatihan upacara, Kerja Bakti, pendekatan dengan warga sekaligus membantu pembuatan gula merah, dan senam pagi. Selaku korlap, Mirzah berkisah, “Sulit ketemu masyarakat karena sibuk semua yang maghrib baru pulang dan kurang kendaraan, Jaringan telepon sulit sekali. Kami juga perbaiki pipa bocor yang selama ini tidak terdeteksi oleh masyarakat. Sebenarnya, warga sedikit trauma, karena KKN pernah tercoreng jelek sebelum dari kampus lain. Tetapi sejak mahasiswa IPI KKN disana kami justru ditahan jangan pulang cepat. Pihak warga minta tahun depan ada lagi KKN IPI. Kami juga ikut Pesta “mappadendang”/ panen yang buat kami akrab dengan warga.”

Sebagian kecil mahasiswa ada yang berposko di kampus dan menjalankan proker antara lain Seminar Beasiswa ke Jepang tanpa dipungut biaya, Menjemput Peluang Melanjutkan Studi ke Jepang, Penyambutan mahasiswa dari Pondok Pesantren Tahfizh Nurul Asafa Jeneponto, Kerja Bakti, Sharing Session Membuat Konten kolaborasi dengan DEMA IPI Gowa, Pengabdian berupa pengajaran di Yayasan Yatim Mandiri, Pao-pao, dan Talk Show Pendidikan di Era Digitalisasi menghadirkan Rijal System.

Di penghujung acara, Rektor IPI memuji sambil berkelakar, “Kalian ini luar biasa. Suka duka itu biasa, dan itulah yang kita ingat selamanya. Misal susah jaringan hp, tapi jaringan cinta, adakah? Ananda sangat diinginkan di lokasi, begitu besar perhatian masyarakat, 1 hal kelebihan IPI yang tidak dilihat di kampus lain adalah bahasa inggrisnya. IPI harus bergerak lari kencang 3 kali lipat dari segi kuantitas dan kualitas”, tutup beliau dengan penuh semangat.

Ditulis oleh Endang Sulastri