Institut Parahikma Indonesia Gowa Gelar Wisuda Angkatan III
TAGS: eksyarFebi IPIftk ipiIPImpipaitbiwisuda

Pada hari Rabu (02/11), sejumlah 42 wisudawan/wisudawati Institut Parahikma Indonesia (IPI) dikukuhkan. Ada 29 alumni dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) yang terdiri dari 3 prodi yakni Prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Sementara itu ada 13 alumni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).

Acara wisuda bagi angkatan ke-III kali ini diadakan di Hotel Swiss-Bell, Makassar. Adapun wisudawan/wati terbaik tingkat institut yaitu peringkat pertama yakni Muh. Agus Wijaya dari TBI, peringkat kedua yakni Muhajirah B dan ketiga Firman, keduanya dari MPI. Hebatnya ketiga peringkat terbaik tersebut meraih IPK sempurna yaitu 4,00.

Dalam penyampaian pesan dan kesan, Agus dan Muhajirah tampil berdua secara apik bergantian dengan kombinasi bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Makassar. Muhajirah, yang bercadar, pada mulanya mengungkapkan kekhwatirannya ketika ia ingin aktif berorganisasi tetapi kurang mendapat restu oleh orang tuanya. Namun, ia bertekad untuk membuktikan bahwa organisasi tidak akan mengangggu akademiknya. Ira, panggilannya, sukses menyeimbangkan akademik dan organisasi. Ia berhasil menjadi ketua himpunan dan sekretaris dewa mahasiswa dan berhasil selesai dengan 4,00.

IPI yang bermotto berperadaban, cerdas, dan terampil ini senantiasa mengasah trilogi IPI yakni bahasa Inggris, ICT, dan spiritual wisdom. Dalam sambutannya, Rektor IPI mengungkapkan segudang prestasi mahasiswa/i IPI di berbagai bidang seperti bahasa Inggris, seni, karya tulis ilmiah, olahraga, MTQ, baik dalam kancah regional, nasional, maupun internasional. Prestasi tersebut tentunya dikarenakan didikan para dosen alumni luar negeri yang berjumlah 14 orang dan dosen-dosen lain yang merupakan alumni terbaik dalam negeri dari kampus terkemuka di Indonesia.

Rektor IPI menekankan bahwasanya Bahasa Inggris yang diajarkan di IPI bukan sistem hafal tenses, tapi lebih merujuk pada Theory A and B.  Prof. Azhar yang sebelumnya juga adalah Rektor UIN Alauddin 2 periode menyoroti kegagalan pengajaran bahasa Inggris di tingkat SMA dan SMP yang dinilainya tidak berhasil dan justru membuat bahasa Inggris menjadi momok.

Menariknya, ketika sedang memberikan sambutan, Prof. Azhar tiba-tiba memanggil salah satu peserta wisuda yaitu Andi Iqram Anas. Iqram adalah mahasiswa TBI yang baru balik dari Amerika Serikat melalui pertukaran mahasiswa bernama UGRAD. Sebuah program yang dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah Amerika Serikat bekerja sama dengan AMINEF. Sementara orasi ilmiah dibawakan Prof. Muhammad Yaumi, M. Hum, MA. Dalam orasinya Prof. Yaumi membahas artificial intelligence. Disebutnya artificial intelligence akan menggantikan jutaan pekerjaan manusia seperti di India. Namun, hegemoni artificial intelligence dapat ditangkal dengan tiga pilar di IPI yaitu bahasa Inggris, ICT, dan spiritual wisdom (ilmu hikmah).

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + seven =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.